TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM PERUSAHAAN MODAL VENTURA DAN PASANGAN USAHANYA

DASAR HUKUM

Penghasilan yang diterima perusahaan modal ventura (venture capital company) dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usahanya dikenakan pemotongan PPh yang bersifat final berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (2) UU PPh. Dasar hukumnya adalah:

  • PP-4 Tahun 1995, tentang PPh atas Penghasilan Perusahaan Modal Ventura dari Transaksi Penjualan Saham atau Pengalihan Penyertaan Modal Pada Perusahaan Pasangan Usahanya.
  • KMK-250/KMK.04/1995, tentang Perusahaan Kecil dan Menengah Pasangan Usaha dari Perusahaan Modal Ventura dan Perlakuan Perpajakkan atas Penyertaan Modal Perusahaan Modal Ventura.
  • SEW-33/PJ.4/1995, tentang Perusahaan Kecil dan Menengah Pasangan Usaha Modal Ventura dan Perlakuan Perpajakan atas Penyertaan Modal Perusahaan Modal Ventura.

PENGERTIAN

Pengertian perusahaan modal ventura dan perusahaan pasangan usaha adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan modal ventura (venture capital company) adalah badan usaha yang melakukan pembiayaan atau penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha11.
  • Perusahaan pasangan usaha adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan:
  1. Perusahaan kecil, menengah, atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan
  2. Sahamya tidak sedang diperdagangkan di bursa efek Indonesia.
  • Perusahaan kecil dan menengah pasangan usaha perusahaan modal ventura adalah perusahaan yang pada saat perusahaan modal ventura melakukan penyertaan modalnya penjualan bersih pada tahun pajak sebelumnya tidak melebihi Rp5.000.000.000 setahun. Bilamana perusahaan kecil dan menengah pasangan usaha perusahaan modal ventura tersebut melakukan usaha jasa, maka yang dimaksud dengan penjualan bersih adalah penerimaan bruto.

PENGENAAN PAJAK

Penghasilan perusahaan modal ventura yang diterima dari transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usahanya dikenakan PPh yang bersifat final sebesar 0,1% × jumlah bruto nilai transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal. Ketentuan ini hanya berlaku apabila perusahaan pasangan usaha tersebut memenuhi 2 (dua) persyaratan sebagai berikut12:

  1. Merupakan perusahaan kecil, menengah, atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, yaitu perusahaan yang penjualan bersihnya dalam setahun tidak melebihi Rp5.000.000.000, dan
  2. Sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek Indonesia.

Apabila transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan usaha dari perusahaan modal ventura dilakukan melalui bursa efek, maka pengenaan pajaknya mengikuti ketentuan pengenaan PPh atas penghasilan transaksi penjualan saham di bursa efek. Pemotong pajak dan tata cara pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh sebagaimana yang telah dibahas pada Bab 7. Pemotong pajak serta tata cara pemotongan, penyetoran dan pelaporannya adalah sebagai berikut:

PEMOTONG PAJAK

Pemotong PPh yang bersifat final dari setiap transaksi penjualan saham di bursa efek dilakukan oleh  penyelenggara bursa efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham.

Khusus penyetoran tambahan PPh atas transaksi penjualan saham pendiri wajib dilakukan oleh emiten  atas nama barang masing-masing pemilik saham pendiri.

TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN, DAN PELAPORAN PAJAK

Pemotong pajak wajib memotong, menyetor, dan melaporkan PPh yang terutang atas penghasilan dari penjualan saham di bursa efek dengan tata cara sebagai berikut:

  • Pemotongan PPh. Pemotongan PPh dilakukan pada saat pelunasan transaksi penjualan saham dengan menggunakan formulir “Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham yang Diperdagangkan di Bursa Efek” (kode formulir F.1.1.33.11) yang diisi rangkap 3, dengan peruntukkan: lembar-1 untuk wajib pajak yang dipotong, lembar-2 untuk penyelenggara bursa efek, lembar-3 sebagai arsip pemotong pajak.
  • Penyetoran PPh. PPh yang telah dipotong dan disetor wajib dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak pemotong terdaftar menggunakan formulir “Surat Setoran Pajak (SSP)” yang diisi rangkap 4 serta mencantumkan kode akun pajak 411128 dengan kode jenis setoran 406. Penyetoran PPh ke kas Negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro dilakukan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham atau pada hari kerja berikutnya apabila tanggal jatuh tempo penyetoran bertepatang dengan hari libur termasuk hari sabtu atau libur nasional.
  • Pelaporan PPh. PPh yang telah dipotong dan disetor wajib dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak pemotong terdaftar menggunakan formul;ir “SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2)” (kode formulir F.1.1.32.04) dengan cara mengisi pada angka 2 “Transaksi Penjualan Saham”. Batas waktu pelaporan SPT Masa tersebut dilakukan paling tanggal 25 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham atau pada hari kerja berikutnya apabila tanggal jatuh tempo penyetoran bertepatang dengan hari libur termasuk hari sabtu atau libur nasional.

PENGHASILAN BERUPA BAGIAN LABA

Perlu dicermati dan dibedakan perlakuan pajak atas penghasilan sebagaimana yang telah dibahas diatas dengan penghasilan berupa bagian laba yang diterima perusahaan modal ventura dari pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha di Indonesia. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (3) huruf k UU PPh, penghasilan berupa bagian laba tersebut tidak termasuk sebagai objek PPh dengan ketentuan bahwa perusahaan pasangan usaha tersebut:

  1. Merupakan perusahaan kecil dan menengah – yaitu perusahaan yang penjualan bersihnya dalam setahun tidak melebihi Rp5.000.000.000 – atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dimana penyertaan modal perusahaan modal ventura pada setiap perusahaan pasangan usaha dilakukan selama perusahaan pasangan tersebut belum menjual saham di bursa efek dan untuk jangka waktu tidak melebihi 10 tahun.
  2. Saham tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia (belum go public).

About Grace

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *