Peluncuran Prodi Hukum STEBI: M Tsaqib Idary (MTI Law Firm) Paparkan Implikasi KUHP Nasional Baru

Cikarang – Managing Partner MTI Law Firm, Dr. Muhammad Tsaqib Idary, S.H., M.H., CPLA, menjadi narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Membedah KUHP Nasional Baru: Reformasi Hukum Pidana Indonesia dalam Perspektif Keadilan dan Hukum Islam” yang diselenggarakan bersamaan dengan peluncuran Program Studi Sarjana (S1) Hukum Pidana Islam (HPI) STEBI Global Mulia Cikarang.

Seminar tersebut menjadi forum akademik untuk membahas berbagai implikasi berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional Baru sekaligus mempertemukan kalangan akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, organisasi profesi, dan masyarakat dalam mendiskusikan arah reformasi hukum pidana Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Muhammad Tsaqib Idary menjelaskan bahwa implementasi KUHP Nasional Baru bukan sekadar perubahan regulasi, melainkan juga menuntut kesiapan sumber daya manusia hukum yang mampu memahami perkembangan sistem hukum secara komprehensif.

Menurutnya, reformasi hukum pidana harus dipahami tidak hanya dari aspek normatif, tetapi juga dalam konteks nilai keadilan yang hidup di masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan akademik yang mengintegrasikan hukum positif dengan perspektif hukum Islam dapat menjadi salah satu kontribusi penting dalam pengembangan sistem hukum nasional.

Sebagai akademisi sekaligus praktisi hukum yang memimpin MTI Law Firm, Dr. Tsaqib juga mengulas sejumlah perubahan mendasar dalam KUHP Nasional Baru, tantangan implementasinya bagi aparat penegak hukum maupun dunia profesi, serta pentingnya harmonisasi antara perkembangan hukum nasional dengan nilai-nilai hukum yang berkembang di masyarakat.

Sesi seminar yang dimoderatori oleh Rohwan, S.H., M.H., berlangsung interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan KUHP Nasional Baru, hubungan antara hukum pidana nasional dan hukum Islam, hingga tantangan yang akan dihadapi para praktisi hukum setelah berlakunya regulasi tersebut.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap dinamika reformasi hukum pidana di Indonesia serta kebutuhan akan ruang diskusi yang menghadirkan perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis dari kalangan profesional.

Seminar nasional tersebut diselenggarakan dalam rangka peluncuran Program Studi S1 Hukum Pidana Islam STEBI Global Mulia Cikarang. Melalui program studi baru ini, STEBI Global Mulia memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang hukum dengan menghadirkan kurikulum yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia profesi.

Ketua STEBI Global Mulia Cikarang, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Studi Hukum Pidana Islam diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi hukum sekaligus menjunjung tinggi nilai keadilan dan etika.

Program studi tersebut menawarkan beberapa peminatan, antara lain Hukum dan Peradilan, Hukum Bisnis dan Ketenagakerjaan, Hukum Pemerintahan, serta Hukum Sosial dan Kemasyarakatan. Kurikulum yang disusun diarahkan agar lulusannya memiliki kompetensi untuk berkarier sebagai advokat, hakim, jaksa, legal officer, konsultan hukum, mediator, aparatur sipil negara di bidang hukum, akademisi, maupun peneliti.

Kehadiran Dr. Muhammad Tsaqib Idary sebagai narasumber utama dalam seminar ini menjadi bagian dari komitmen MTI Law Firm untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum melalui kegiatan akademik, edukasi publik, serta penguatan kapasitas calon praktisi hukum. Sinergi antara dunia akademik dan praktik hukum diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan penegakan hukum di Indonesia yang terus berkembang.